Tentang dbWarga


dbWarga adalah sebuah program aplikasi database untuk menyimpan data warga RT (Rukun Tetangga).

Setelah diinput/update di RT, file database dikumpulkan ke RW (Rukun Warga) untuk dikonsolidasi (digabungkan) sehingga diperoleh daftar warga seluruh RT di lingkungan RW.

Ke depannya, data warga di RW bisa dikumpulkan lagi ke tingkat desa/kelurahan sehingga bisa diperoleh data warga se-desa/kelurahan, dan seterusnya ke tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, hingga diperoleh data secara nasional.

Program database ini sangat sederhana, karena hanya terdiri dari sebuah file database untuk setiap RT.


Saat ini, warga atau pengurus RT rata-rata sudah bisa menggunakan komputer berbasis Windows. Dengan bantuan salah seorang warga/pengurus, data warga dimasukkan ke dalam program yang disediakan. Jumlah warga per RT tidak terlalu banyak sehingga cukup mudah dimasukkan dan diupdate (misalnya per bulan atau per triwulan), lalu dikumpulkan ke RW. Di RW, data dari RT tinggal diimport saja, tidak perlu data entry atau update lagi. (Pada praktek di lapangan, mungkin saja pengelolaan data di lakukan di tingkat RW, namun tetap menggunakan program RT).

File database dbWarga bisa dibuka dengan Microsoft Access, mulai dari versi 2003 atau versi yang lebih baru.
Program di dalamnya akan otomatis berjalan untuk memudahkan pemasukan/update data dan menjaga integritas dan validitas data.

Petunjuk pemakaian sudah disediakan untuk memandu pemakai yang baru menggunakan.

Program dbWarga ini masih dalam tahap inisialisasi (pilot project) di lingkungan tempat tinggal saya sehingga bisa saya pantau dan bantu untuk mengaplikasikannya. Program akan terus diupdate sejalan dengan perkembangan pemakaian di lapangan. Jika Anda ingin memanfaatkan program database ini dan ingin ikut berpartisipasi dalam 'membesarkannya', silahkan download dan gunakan. FREE alias GRATIS! :)

Harapan saya, dengan menggunakan program sederhana dan/atau cara yang sederhana/mudah ini, data warga kita bisa dimasukkan ke dalam database.

Dengan cara "bottom-up" dalam pemasukan data, dan dengan sistem yang murah dan sederhana yang dilakukan sendiri oleh masyarakat, akan menghemat biaya yang banyak dibandingkan dengan menciptakan system database skala nasional yang membutuhkan infrastruktur yang banyak, SDM terdedikasi, proses sosialisasi dan lain sebagainya yang tentu membutuhkan banyak biaya dan RENTAN DIKORUPSI!

Mari kita mencoba sistem "bottom-up" ini dengan melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pelaku/pelaksana.

Saya menggunakan nama "Database WARGA" di sini dan bukan "Database PENDUDUK" karena ini bersifat informal dan untuk membedakan dengan database kependudukan yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Struktur database pun masih untuk konsumsi "warga", bukan untuk menggantikan sistem database kependudukan. Jika implementasi sistem Database Warga ini bisa dilakukan, sistem Database Kependudukan yang lebih formal pun bisa dilakukan dengan cara yang sama, atau dikembangkan sehingga lebih akomodatif untuk kepentingan database penduduk. Cara database warga ini bahkan bisa meniadakan keperluan untuk survey penduduk yang biasa.

Database WARGA dilaksanakan oleh WARGA dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh WARGA yang bersangkutan (skala RT, RW, Desa/Kelurahan, dan seterusnya...)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar